::-PENCINTA ILMU-::

Sunday, April 3, 2011

DIMANAKAH PENGAKHIRAN KITA???


susahnya menjaga hati,
apabila dipuji,
hidung kembang meninggi,

apabila dihina,
mengaku "akulah yg paling baik
kerana aku yg paling tahu ttg agama".
Siapa kau mengaku hebat dlm beragama.
berbangga dgn ilmu yg ada sedang itu hanya setitis cuma..

sdg kau dan aku adalah makhluk biasa.
yg ditiinggikn darjatnya dgn akal dan dihinakan dgn nafsu..

dimana pengakhiran kita..?


Syurga atau neraka..???
peringatan utk diri dan para daie.


 


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

d(@^@)b

Mengapa ada lagi insan yg merasa bangga..?
Bangga dgn penghidupan dunia yg sementara..
Walau pun engkau tahu..
Ia akan hilang & pergi meninggalkanmu..


Bayangkanlah jika saat & waktu terhenti..
Terhenti tanpa kita sedari..
Masihkah ada lagi kesempatan utk kita kembali..?
Tidakkah terdetik d hati..?
Berpeluangkah utk kita menginsafi diri..?


Dunia tetap dunia..
Yang penuh dgn hiasan & permainan..
Semua yg ada d dalamnya..
Akan musnah tanpa tersisa sedikitpun..


Tidakkah engkau tahu akan 1 kepastian..?
Yg kita sendiri tidak pasti akan kedatangannya..
Mengapa kita tidak bersedia menghadapinya..?
Agar kita tidak termasuk insan2 yg dlm kerugian..

Bila saat itu tiba..

Tiada yg akan menemani kita..
Melainkan amalan..yg menjadi bekalan menuju jalanNYA..
Menjadi pembela kita d sana..

Setiap detik saat & waktu..
Janganlah engkau berhenti sujud kpd Tuhanmu..

Kerana kita hambaNYA..
Yang hanya bergantung kpdNYA..
Tiada yg lain dariNYA..
Hanya Allah..Tuhan kita..


Datangnya kita dariNYA..
Kembalinya kita kepadaNYA..
Itulah kita hambaNYA..
Tiada yg lebih mengetahui dariNYA..




~ DUNIA HANYA SEMENTARA..YANG KEKAL HANYA D SANA ~


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

Saturday, April 2, 2011

}}}}}}} S A H A B A T {{{{{{{

Saat aku terjatuh engkau senantiasa berusaha membuatku bangkit
Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah
Saat aku bersedih, engkau senantiasa menghiburku
Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau senantiasa menegurku…
Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana,
Engkau selalu siap siaga membantuku
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan
Engkau selalu ada saat aku membutuhkanmu..

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari
setelah kita kehilangannya. jagalah apapun yang telah menjadi milikmu dengan baik karna suatu hari ketika dia pergi dari hidupmu kau tak akan menyesalinya.

Sahabat seperti matahari di waktu siang...
seperti bulan dan bintang di wkt malam....
dan seperti pelangi di waktu hujan....

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah

Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita
mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

Seorang Sahabat adalah.....
dorongan ketika engkau hampir berhenti....
petunjuk jalan ketika engkau tersesat....
membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka.....
memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan....
mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar.
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan.
Sahabat sejati menjadi pendorong impian.
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.insyaAllah

Sahabat sejati adalah....
seseorang yang manakala kita tegak, ia tegak di samping kita dan...
manakala kita lemah serta nyaris terjatuh, maka ia akan mengingatkan dan menopang kita.



InsyaAllah anda semua adalah sahabat2 yang kucintai Lillahi Ta'ala


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

Friday, April 1, 2011

}{}{ KEMBALI }{}{

Bila hati berasa kejauhan,
Kita tercari-cari jalan penyelesaian,
Berdoa bersujud dan berharap,
Meminta kepadanya agar cinta dikembaliakn.

Namun segalanya seperti disia-siakan,
Jiwa yang kosong tetap kekosongan,
Hati yang merindu terus keresahan,
Menanti jawapan pada persoalanyang tidak berkesudahan,
Berakhir dengan kebuntuan,


Mencari pihak untuk dipersalahkan,
Lalu kekuasaanNYA dipersoalkan,
JanjiNYA dipertikaikan,
Mengapa seperti doa tidak diterima?
Sujud tidak bermakna,
Harapan tidak kedengaran,
Adakah Allah telah melupakan kita?

Sedarlah,
Sebenarnya yang memiliki keEsaan,
Yang melengkapi kesempurnaan,
Hanyalah ALLAH bukanlah kita,
Insan yang lemah dan leka,

Apa gunanya berdoa kepadaNYA tanpa menyedari apa yang dipinta?
Apa ertinya bersujud ketika hati megah bangga dengan dunia?
Apa gunanya berharap sedangkan diri sombong dengan kuasaNYA?

Kembalikanlah dirimu walau selangkah kepadaNYA,
Nescaya DIA akan mengembalikan diriNYA sebatu ke dalam dirimu,
Itulah caranya mencari Cinta sempurna,
Bagi hamba yang rindukan Cinta ALLAH.


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

Thursday, March 31, 2011

andai masih bernafas..bacalah..
Alhamdulillah..hujan rahmat masih mencurah.
Hujan itu boleh saja menjadi sesuatu yang tidak kita sukai..
tetapi mohonlah pada Allah swt agar hujan itu menjadi rahmat kepada kita..
InsyaAllah..setiap perkara yang tidak kita sukai pasti ada sebab kenapa Allah mengizinkannya berlaku..
Jangan kita pandang sesuatu tanpa kita mengaitkannya dengan tujuan penciptaan yang Allah lakukan, kerana boleh saja kita lupa siapa pencipta segala yang ada di langit & di bumi..hanya memandang dengan pandangan kosong..ianya tidak akan mampu mnyedarkan hati..
Alam ini milik Allah swt, termasuk segala isinya..peraturanNya telah di tetapkan, namun..
Andai kita tidak menyukai syariat yang telah Allah tetapkan..tiada yang akan marah kita jika kita nak keluar dari dunia ini..
Ustaz pernah cakap, kalau tak suka..kita bina dunia kita sendiri..kita cipta peraturan kita sendiri..tiada yang kisah.
Tapi, persoalannya..mampu ke kita??untuk mencipta 1 helai rambut saja kita tak mampu..
Wahai sahabat..
Andai engkau melihat burung di langit..
Pernahkah engkau teringat firmanNya :
“Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu..”
[surah al-Mulk :19]
Andai engkau melihat daun yang gugur ke bumi, pernahkah engkau terfikir tentang firmanNya :
“…Dia mengetahui segala apa di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya. Tidak ada sebutir biji di dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah dan yang kering, melainkan tercatit di dalam Kitab nyata (Lauh Mahfuz).”
[surah al-An’am : 59]
SubhanaAllah..Mahasuci Engkau Ya Allah..
Tiada lah kami ini hanya hambaMu yang tidak pernah sedar akan kehebatanMu..
Sahabat yang di muliakan..
Sungguh Indah ciptaan Allah pada diri kita..sehingga untuk kita menjelaskan tentang diri kita, kita tidak mampu..
Telah lahir begitu raminya professor yang pakar dalam bidang2 mereka sehingga di kenali & dihormati..malah disegani..
Namun,jika mereka mengkaji tentang tangan, belum tentu mereka mampu menghuraikan tentang otak.
Andai mereka mampu menjelaskan tentang rumput, belum tentu mereka mampu menghuraikan tentang batu..
Sesungguhnya, ilmu yang kita perolehi seperti jarum yang jatuh di tengah lautan luas..
Fikirkanlah..
Andai kita mempunyai hati..pasti kita tahu bertapa Allah swt sedang melihat kita.
Mendengar rayuan hati kita..
Wahai sahabat..
Kita mempunya akal..malah lebih hebat dari segala makhluk.
Tapi..sebenarnya kita lebih hina dari segala makhluk kerana kita melakukan kemungkaran Allah swt sedagkan kita mengetahui tentangnya..
Ya Allah..aku mengejar duniaMu melebihi akhiratku sedangkan aku tahu ianya tidak akan kekal.
Ya Allah..aku meninggalkan akhiratMu kerana keseronokan dunia yang bakal di hancurkan..
Ampunilah hambaMu ini Ya Allah, hamba yang menyedari kesilapan, tapi tidak bisa untuk menghalangnya tanpa IzinMu..
Allahu’alam..
-EXCO DAKWAH & TARBIYAH PERKIM UUM-


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

..::wAhAi InSaN::..

Wahai Insan..
Engkau adalah Islam atas IC..tapi, bukan pada kenyataannya..
Kerana engkau menutup apa yang patut ditutup..tapi, engkau sisihkan syariat penutupan aurat Islam yang sebenar..
Namun, engkau marah bila Islam di hina di dunia..
Tapi, engkaulah yang sebenarnya mencerminkan Islam di mata dunia..

Wahai Insan..
Engkau mendengar apabila dinasihati..malah engkau menangis bila terdetik keinsafan..
Namun, sayangnya..keinsafanmu tidak berpanjangan..
Engkau menyalahkan takdir Allah yang tidak memberimu hidayah..
Tapi, engkau tidak pernah tahu apa itu hidayah yang sebenar..

Wahai Insan..
Indahnya dirimu dimata mereka kerana kecantikanmu..
Tapi, alangkah buruknya Islam di mata mereka kerana ia terpancar dari dirimu..
Islam di salah ertikan..kerana engkaulah yang mencerminkannya..

Wahai Insan..
Bila kata2 taubat disarankan padamu..
Engkau hanya tersenyum atau mencemuh..
Tidak ada terdetik di hati untuk berubah..
Kerana engkau tidak pernah merasakan nikmat Islam yang sebenar..
Hanya yang engkau tahu..aku pasti akan berubah..

Tapi..engkau tidak pernah berusaha untuk berubah..
Kerana Iman mu belum kukuh untuk menangkis hasutan sekelilingmu..
Maka..angan2 untuk menjadi Islam yang sebenar hanya tinggal angan2..
Kerana engkau membaca tanpa hati..
Maka hanya mata memandang kata2...namun tiada kesan di hati..

yang benar :
UMAT ISLAM ATAS IC
Allahu’alam..
-EXCO DAKWAH & TARBIYAH PERKIM UUM-


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

Wednesday, March 30, 2011

HaTi iNi

istiqamah dalam mendidik hati..
tanpa penat dan lelah..
agar dapat menguatkan lagi hubungan dengan Pencipta..
kerana syaitan sentiasa cemburukan ikatan ini..


sabar lah wahai hati..
dengan bersabar,kamu telah memberi bonus kepada hati..
dalam menguat dan mengukuhkan lagi pertahanan di jiwa..
menentang musuh nombor 1 Islam adalah Syaitan laknatullah!







ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

.:YANG MENJADI PEMBEDA HANYALAH KEIMANAN:.


Ada hati tanpa iman
umpama...
ada langit tanpa awan
ada bumi tanpa tumbuhan
ada laut tanpa air kebiruan


Saujana mata memandang
Sudut mana yang terang
Kiri kanan tidak terpandang
Adakah hati sudah gersang...

MasyaAllah...
Bagaimana harus ditaksir
Ufuk masyrik maupun ufuk maghrib!
Keresahan terus melanda
Sekiranya iman tiada bertanda
Kembalilah
Wahai iman
ke dalam hatiku
yang sudah sedia menanti
telah ku tazkiyahkan
untuk menyambut kepulanganmu
IMAN



~puisi pasca STAND~


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

Monday, March 28, 2011

Di Mana DIA Di Hati Kita???

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Selawat dan Salam kepada Junjungan Nabi, serta ahli keluarganya dan para sahabatnya sekelian.
Hati (heart) adalah satu organ yang ajaib. Ia berdegup 100,000 dan mengepam 100 gelen darah setiap jam. Bayangkan jika kita mengangkat air sebanyak itu dalam sejam.  Mengikut sebuah kajian, otak sentiasa menghantar mesej ke otak , tetapi hati kadang-kadang tidak patuh. Fikiran kita mengatakan "kena solat", tetapi hati (perasaan) kita  kata nak sambung tidur.

Oleh itu, hati yang cerdik adalah hati orang mu'min yang merasai dekat dengan  Allah, merasai Allah itu ada dihati kita.  Butanya hati kerana jahil (tidak berilmu). Maka banyak manusia yang menjadi musuh kepada apa
yang ia jahil lalu memusnahkan Islam dengan rasa cinta pada Islam.

Rata-rata , walaupun seorang insan itu belajar agama sejak dari sekolah rendah lagi, tetapi apa yang dipelajari lebih berbentuk ilmu pendrive atau ilmu 'copy paste'. Ilmu yang dipelajari tidak lebih dari pengetahuan agama, ilmu yang diletakkan di kepala, yang tidak menjadi kemahuan agama (ilmu yang masuk dihati).

Tempatkan Allah di hati
Ibarat sebuah lampu yang diletakkan di atas atap , tidak akan mampu menerangkan sebuah rumah ,
dibandingkan lampu yang diletakkan di dlam sebuah rumah.

Untuk menganalisis hati kita, cuba jawab soalan ini;
a. dengan siapa kita bergaul?
b. buku apa yang kita baca? (termasuk Al-Quran? dan yang berkaitan dengannya?)

Manusia akan menjadi luar biasa kerana hatinya akrab dengan Allah. Sebenarnya Allah tidak pernah meminggirkan kita, tidak menjauh dari kita, tetapi kita sendiri memilih untuk jauh dari Allah.

Hati yang dikuasai dengan kebaikan , akan melahirkan kebaikan yang banyak.

Begitu juga hati yang dikuasai dengan kejahatan, akan lahir kejahatan yang banyak.

Ilmu yang dihati akan melahirkan output -  'walk the talk', 'actions that speak louder than words' , lebih
banyak mengajak dari semata-mata mengajar - mendidik.

Semak Kualiti Hati
Cuba kita semak kualiti hati kita. Dari manakan datangnya kejahatan pada hati - takabur, angkuh, sombong, riak. Manusia akan merasa besar diri, megah, rasa hebat dan lebih baik dari orang lain, kerana tidak merasai kebesaran Allah di dalam hatinya.

Sebab itu mutakhir ini, manusia yang berjaya dikatakan manusia yang mempunyai spiritual intelligence (kecerdikan dalaman/rohani) yang tinggi - ada perasaan bertuhan,ada Allah dohatinya. Dia tahu dia dari mana, untuk apa ia dijadikan dan kemana ia akan pergi. Solat bukan hanya menjadi rutin atau ritual harian tetapi spiritual ( Solat yang mempunyai ruh =semangat).

Menyembah Allah dalam ertikata sebenar bukan hanya menyembah Agama. Ada rasa THE ENDS yakni akhirat. Orang-orang barat sibuk mencari Green Society walhal jawapan itu ada dalam Islam.

Walaupun bagaimanapun, sesuatu yang berharga memang sukar untuk mendapatkannya. No Pain No Gain.

Perlukan Mujahadah.

 Jannah itu dipenuhi dipagari dengan kesusahan manakala neraka dipagari dengan keseronokan.

Mujahadah itu pahit kerana syurga itu manis,  hati nak jadi baik bukan mudah. Namun hati nak jadi jahat senang. Lebih mudah untuk mengumpat, mengeji manusia dari mengatakan sesuatu yang melahirkan kasih sayang.

Kenapa kita perlu ada perasan kita lebih baik dari orang lain sedangkan solat sunat qabliah, ba'diah, dhuha, tahajud, witir pun tak lepas. Mencela, memandang hina dan memperlekehkan orang lain. Sedangkan insan yang mulia, yang luar biasa hebatnya solat malam sehingga bengkak-bengkak kaki. Kaki kita ???? Hebat ke???

Adakalanya kita merasa comfortable- solat, puasa, zikri, baca Al-Quran , tahajud , semua OK. Tetapi ia mungkin menjadi 'graviti sifar'. Rasa dah OK. selamat. Maka kita perlu sesuatu kuasa yang kuat untuk melonjak kita keluar dari zon keselesaan itu. Sebab itu ujian, musibah datang sebenarnya adalah untuk mendidik hamba.

Didikan dari sebuah ujian atau musibah menimbukan bekas lebih dari kesan solat pada seseorang. Ia merupakan mehnah yakni didikan direct dari Allah melalui peristiwa-peristiwa yang berlaku didunia.  Di situ dididik sifat sabar, redha, raja'. Khauf.

Peringkat Mujahadah
Peringkat mujahadah pula berubah dari "I have to pray" ( BISA) - rasa seperti beban. Maka kita akan merasa lega setelah selesai solat.  Seterusnya akan naik kepada "I need to pray" (BIASA). Akan merasa bahgia ketika solat. Seterusnya meningkat kepada mendapat halawah (rasa manis ketika solat) dan mereka akan menjadi Pembela Kebenaran.

Sesuatu kebaikan itu akan hanya lahir dari satu kebenaran. Pembohongan, penipuan tidak akan melahirkan sesuatu kebaikan. Untuk berubah kepada kebaikan, nafsu ibarat bayi yang menyusu. Jika dipisahkan dari menyusu, maka dia akan menangis, meronta, mengamuk. Jika kita diamkan dan biarkan dia meronta, maka satu hari nafsu itu akan jinak.

Dalam melalui jalan menuju Allah, kita jangan mengalah walaupun berkali-kali  kalah dengan kejahatan. Allah tidak akan jemu jika kita tidak jemu. Allah pula tidak menilai EFFECT tetapi Allah menilai EFFORT. It is not the destiny but the journey will be evaluated by Allah. PAY NOW PLAY LATER. Carilah pergaulan yang soleh, ikhlas dalam pergaulan, menyayangii kita kerana cintakan akhirat.  Cinta makhluk hanyalah alat untuk
cinta Allah, cinta makhlukbukanlah tujuan.

Cintailah yang mencintai kita, jangan kita cinta orang yang kita cinta.

Ingatlah  Allah itu menyintai kita, maka cintailah  Allah dihati kita

Dalam kita berusaha mendapatkan sesuatu, pastikan apa yang kita dapat faedahnya lebih besar dari apa yang kita hilang. Umpamanya menghadiri majlis ilmu, kita akan mendapat ilmu, peringatan, tetapi  kita akan hilang waktu rehat.

Kita dapat rehat tetapi kita mungkin hilang peluang berada dalam majlis ilmu. Yang mana pilihan kita??


ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan

sAbAr ItU pErLu SeTiAp MaSa

SABAR...

satu perkataan ringkas yang memberi impak yang besar pada diri manusia. Sifat sabar ini berjaya 'memandu' tindakan manusia dalam kehidupan seharian. Adanya sifat sabar ini membolehkan ramai manusia hidup dalam keadaan aman damai seperti sekarang.

Dengan sifat sabar ini, seorang guru mampu terus menjadi seorang guru walaupun berhadapan dengan ragam pelajar yang bermacam-macam karenah.

Dengan sifat sabar ini, seorang ibu mampu membesarkan anak-anak yang ramai walaupun ketika kecil, anak-anak biasanya sangat nakal dan tidak mendengar kata kerana mereka masih tidak mengerti kata-kata ibunya.

Dengan sifat sabar ini, hubungan persahabatan terus berkekalan walaupun kadang-kadang dalam bersahabat, kita selalu diuji dengan sikap rakan yang mengundang rasa kecil hati.

Dengan sifat sabar ini, ramai manusia telah berjaya menjadi orang hebat kerana berjaya melalui pelbagai kesusahan ketika menuntut ilmu.

Dengan sifat sabar ini juga, suami dan isteri terus bahagia menjalani kehidupan walaupun setiap pasangan biasanya akan diuji sepanjang berada di alam rumah tangga. Kata orang, 'sedangkan lidah lagikan tergigit, inikan pula suami isteri'.

Cuba kita bayangkan situasi dimana sifat sabar ini sudah tidak ada langsung dalam diri manusia, walaupun sekelumit.

Tanpa sifat sabar, bilangan guru akan berkurang kerana ramai orang yang tidak sanggup lagi menjadi guru untuk melayan karenah pelajar yang kadang-kadang mengundang rasa marah dan sedih di hati.

Tanpa sifat sabar, anak-anak kecil akan membesar dalam keadaan yang tegang tanpa kasih sayang kerana tidak ada lagi sifat sabar dalam diri ibu bapa dalam sepanjang membesarkan anak-anak kecil yang masih tidak mengerti.

Tanpa sifat sabar, hubungan persahabatan tidak lagi seindah yang dirasakan sekarang kerana setiap orang tidak dapat bersabar lagi dengan sikap rakan masing-masing dan tiada lagi sifat sabar dalam diri yang mendidik hati berlapang dada dan saling memaafkan.

Tanpa sifat sabar, tiada lagi lahirnya orang-orang hebat kerana semua orang tidak sanggup menghadapi kesukaran ketika belajar dan berputus asa saat-saat diuji dengan kesukaran.

Tanpa sifat sabar, alam rumah tangga tidak akan bertahan lama kerana tiada lagi sifat sabar dalam diri pasangan masing-masing untuk bertolak ansur antara satu sama lain.

Firman Allah S.W.T yang bermaksud:
"Maka bersabarlah (wahai Muhammad terhadap ejekan golongan yang kafir itu), dengan cara kesabaran yang sebaik-baiknya". (Surah Al-Ma'aarij:ayat 5)

Ya,ana suka ayat ini. Ketika sedang menahan marah dan menahan sedih, ayat ini benar-benar memberi motivasi kepada ana. Bagaimana Allah memerintahkan kita untuk bersabar, malah bersabar dengan kesabaran yang baik.

Sememangnya dirasakan sabar ini merupakan sesuatu yang sangat perit sehingga kadang-kadang hati kita mengeluh.

" Asyik sabar je, penat dah sabar ni!"

Kita tidak perlu fikirkan lagi, mengapa kita bersabar dan berapa kali kita bersabar dalam hidup ini kerana ana ingin mengajak anda melihat apa yang dapat kita peroleh dari sifat sabar ini.

Apabila kita bersabar, kita sebenarnya dianugerahkan satu rasa yang tidak semua orang mampu merasainya, iaitu rasa KETENANGAN. Ketenangan ini bukan semua orang mampu merasainya melainkan orang-orang yang menjalani kehidupan mengikut apa yang Islam anjurkan.  Percayalah dengan sifat sabar ini, dalam keadaan tidak sedar kita telah menyelamatkan banyak hubungan persahabatan daripada terputus, dengan sifat sabar ini kita boleh hidup aman damai seperti sekarang, dengan sifat sabar ini kita menjadi dewasa sehingga kini. Lihatlah betapa besarnya impak sabar untuk menjadi kehidupan harmoni.

Untuk anda yang sedang diuji, dalam hati ini hanya ada dua pilihan, sama ada NAFSU ataupun IMAN. Jika menang nafsu, maka kalahlah iman, jika menang iman maka musnahlah nafsu. Kita yang perlu menilai dan memilih. Apabila diuji, kita mahu memilih nafsu untuk terus marah, atau kita memilih pilihan yang paling tepat iaitu iman dan sabar. Lihat pada impaknya, jika kita memilih untuk marah, hati kita akan dikuasai rasa marah yang menghilangkan rasa tenang, malah boleh jadi kita bertindak diluar batas fikiran kita yang akhirnya memberi kesan negatif pada kehidupan kita ketika itu. Namun, jika kita memilih untuk bersabar, insyaAllah kita diberi ketenangan untuk membantu kita mengambil tindakan yang tidak memburukkan lagi keadaan.

Ana bagi satu contoh yang mudah. Ditakdirkan anda terpaksa menjalani kehidupan dengan seorang rakan yang sangat pentingkan diri sendiri. Setiap tindakannya pasti memberi kebaikan pada dirinya dan kita sentiasa menjadi mangsanya. Setiap perbuatan dan kata-katanya sentiasa membuat kita berkecil hati. Disini, anda hanya ada dua pilihan, memilih untuk terus bersabar dan bertahan sepanjang anda menjalani kehidupan dengannya, atau anda memilih untuk bermasam muka dengannya akibat sakit hati yang menguasai diri. Jika anda memilih untuk bersabar, anda mampu menjaga keharmonian persahabatan dengannya, namun jika anda memilih untuk bermasam muka, pastinya memberi kesan yang tidak baik dalam hubungan persahabatan itu sendiri.

Namun sahabat, perlulah kita ingat bahawa kita ini manusia, kita bukan malaikat untuk terus menjadi sempurna di mata orang lain. Sabar manusia itu ada juga batasnya dan kadang-kadang orang yang paling banyak bersabar, sekali dia 'meletup' huru-hara jadinya. Oleh itu, perlunya fungsi kita meletakkan diri kita ditempat orang lain. Malah jika kita jenis yang pentingkan diri sekalipun, sebelum bertindak, kita perlu berfikir bagaimana rasanya jika kita berada ditempat orang yang teraniaya itu.

Sebelum kita bunuh orang, cuba kita bayangkan diri kita menjadi orang yang dibunuh itu.

Sebelum kita melemparkan kata-kata yang mampu mengguris hati orang lain, cuba bayangkan diri kita yang dilemparkan kata-kata itu.

Jika kita mampu meletakkan diri kita ditempat orang lain, saya yakin manusia tidak akan menzalimi sesama manusia lagi.

Sabar itu bukan perlu pada waktu-waktu tertentu sahaja, tetapi ia perlu setiap masa dan dimana jua kerana hidup kita tidak pernah lari dari diuji dengan pelbagai jenis dan bentuk ujian.

Teruskan langkah dalam kehidupan ini tanpa menoleh ke belakang lagi, kerana di depan sana ada syurga menanti kita. Cubalah memahami untuk diri kita difahami, cubalah bertolak-ansur, supaya orang lain juga mudah bertolak ansur dengan kita. Janganlah sentiasa mencari salah orang lain, supaya orang lain tidak mencari salah kita.  Nasihat ini untuk diri ana sendiri, dan juga untuk kamu wahai sahabat-sahabatku..



ilmu yang bermanfaat itu adalah apabila ilmu itu diamalkan


POLI Bloggerz